Minggu, 08 November 2015

Atasi Rasa Takut Memulai Tabungan Investasi dengan Trik Ini!

Masih ragu memulai tabungan investasi? Belum siap menanggung risikonya jika terjadi kegagalan? Memulai investasi memang butuh perhitungan. Tidak hanya keuntungan saja yang bisa didapat, namun Anda juga mendapatkan kemapanan dalam hal keuangan di masa depan.
Tabungan investasi merupakan menempatkan dana di sebuah aset yang akan memberikan hasil atau akan meningkat nilainya di masa mendatang. Yang tadinya pendapatan Anda hanya satu digit, bisa disulap menjadi tiga digit setelah mengikuti investasi.
Strategi dalam mengelola sangatlah diperlukan. Hal ini dikarenakan, keuntungan hasil yang tinggi adalah tujuan, namun risiko terburuknya juga perlu dipertimbangkan. Terutama untuk Anda investor pemula, pengelolaan yang tidak tepat akan menghilangkan banyak uang.
Maka dari itu, jika Anda ingin memulai tabungan investasi, simak langkah-langkah jitunya berikut ini:

1. Tetapkan tujuan investasi Anda
Apa tujuan Anda mengikuti tabungan investasi? Cobalah untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu. Apakah tujuan Anda mengikuti tabungan investasi untuk mempersiapkan dana pensiun, pendidikan anak, atau tujuan lainnya.
Jika Anda sudah menentukan tujuan berinvestasi, hal ini akan berpengaruh pada waktu investasi Anda. Bisa jangka pendek ataupun jangka panjang. Anda pun dapat menentukan target waktu investasi dan jenis investasi yang cocok.

2. Pilih jenis investasi yang sesuai
Dalam investasi terdapat istilah 'high return, high risk'. Maksudnya, hasil investasi yang tinggi maka risiko yang akan didapat juga tinggi. Sebagai investor, Anda harus mengetahui risiko dari jenis investasi yang Anda pilih.
Agar Anda tidak terjebak dalam investasi yang salah, cobalah mencari tahu lebih banyak informasi tenang keuangan. Jika diperlukan, Anda bisa mencari penasihat keuangan yang dapat membantu Anda mengetahui portofolio pribadi dan mengenali jenis-jenis investasi serta risikonya.

3. Pilih langsung atau tidak langsung
Investasi terbagi menjadi dua, yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung. Untuk investasi langsung, investor akan memegang bukti fisik investasi yang dilakukan. Yang termasuk investasi jenis ini, di antaranya, membeli properti, membeli logam mulia, dll.
Sebaliknya, untuk investasi tidak langsung, investor tidak memegang bukti fisik investasi. Jenis investasi ini, misalnya saham dan reksadana.

4. Gunakan idle money
Setiap memulai investasi pasti butuh modal. Pakailah uang yang betul-betul tidak Anda pakai atau idle money.  Menggunakan idle money, bukan berarti Anda menggunakan uang tabungan atau dana darurat yang dimiliki. Jika dari pendapatan per bulan Anda sengaja menyisihkan untuk tabungan investasi, disarankan hanya 10 persennya saja yang Anda gunakan.
Setelah mengetahui empat trik jitu di atas, siapkah memulai tabungan investasi?  


0 komentar

Posting Komentar